DAY 21: A FAVOURITE SONG WITH A PERSON’S NAME IN THE TITLE

December 21, 2017

The Cardigans - Good Morning, Joan

IMAGE SOURCE: billboard.com

Kalau mau berniat sombong, saya bisa memasukkan dua (bahkan tiga) lagu sekaligus dari St. Vincent yang menyertakan nama Johnny ke dalam judulnya: "Prince Johnny" dan "Happy Birthday, Johnny". Saya mengidolakan sosok Annie Clark (nama asli St. Vincent), yang disebut-sebut sebagai salah satu dewi gitar kaum indie.

Bagaimana tidak, selain skill teknis dan notasi ajaib yang keluar dari tangan mungilnya, banyak perspektif janggal tentang cinta yang dia tulis. Belum lagi video unjuk kebolehan juggling dan dribbling bola (sepak) yang bisa kamu temui di Youtube. Mantan personel The Polyphonic Spree ini memang wanita idaman.

Tapi saya urung mengumbarnya. Saya setuju dengan Mbak Annie yang selalu menolak memberitahu siapa itu Johnny. Biarlah dia abadi dan selamanya figuratif. Toh yang tertera di nama saya hanya satu huruf "n", bukan dobel. Tidak lucu, ya? Biarin.

Mari bertandang ke Swedia dan menemui band terbaik di sana. Ya, hari ini saya sedang membahas The Cardigans.

Untuk menjadi entry level fans The Cardigans, rasanya mubazir sampai harus menghafal nama-nama personelnya. Cukup ketahui saja siapa itu Nina Persson. Sedikit jahat memang, tapi ada effort lebih untuk bisa fokus menyimak karya-karyanya.

Pada 2005 mereka merilis Super Extra Gravity. Album ini, walaupun tidak banjir penghargaan seperti rilisan lainnya, sukses membuat saya curious setelah mendengar "I Need Some Fine Wine". Nada-nada upbeat yang unik, dan tidak lazim bagi mereka. Rasanya belum pernah The Cardigans seberani ini. Tidak ada yang mengecewakan dari keseluruhan isi album. Penempatan track by track yang rapi, membungkus mood, kontennya relevan dalam situasi apapun.

Satu yang saya favoritkan, "Good Morning, Joan" ditempatkan sebagai lagu kesepuluh di album. Bercerita tentang seseorang yang tanpa henti memberikan support kepada sahabat terbaik. Ada kalanya, dia tak ingin sang sahabat terus menerus patah hati. Dia lebih rela dirinya yang terbayangi masa lalu, daripada melihat orang lain menderita karena susah move on. Pasti kita menerka-nerka dibuatnya, akankah ada fenomena baper di antara mereka?

Pilihan diksi dan plot lagunya sudah cukup untuk merangkum nada-nada yang mudah ditangkap. Ini bukan materi berat, walaupun di sebuah forum ada yang mengintepretasikan bahwa Joan dan Evenama-nama yang disebut di lagumerupakan gambaran dari sosok Joan of Arc dan Hawa (istri Nabi Adam).

Bumbu twist cukup menghalangi kejelasan point of view, tidak dijelaskan siapa itu Joan. Bisa jadi dia seorang laki-laki, ataupun sebaliknya. Make sense, di situlah seni menahan sesuatu yang sedang mengalir. Baik Johnny bagi St. Vincent, ataupun Joan bagi The Cardigans; masing-masing punya ruang prerogatif sendiri. Tapi mereka juga menyediakan ruang yang lebih luas untuk kita berimajinasi.

"Good Morning, Joan" pernah saya set sebagai alarm. Dengan asumsi, suara pertama yang membangunkan tidur saya besok adalah Mbak Nina. Tapi kenyataannya, saya bahkan tidak memiliki kekuatan untuk menggeser tombol "snooze". Dan entah berapa puluh kali lagu tersebut lebih sering terdengar di mimpi setiap harinya.


You Might Also Like

0 comments