DAY 14: A SONG THAT YOU WOULD LOVE PLAYED AT YOUR WEDDING

December 14, 2017

Band of Horses - No One’s Gonna Love You

IMAGE SOURCE: eelivemusic.co

Lupakan semua lagu di sepanjang sejarah trending chart YouTube yang cover version-nya semakin hari semakin membuat mual saja. Siapapun pacar dan calon istrimu, lagu hari ini akan selalu relevan dengan tingkat keromantisan yang jauh di atas rata-rata.

Jika menyimak video klipnya, kamu hanya akan menemukan footage dari band yang para personilnya kompak memilih hobi aneh, memecahkan botol bir di kepala temannya. Selebihnya? Manggung, backstage, dan surfing. Standar.

Jangan tanya seperti apa Band of Horses, sebelum kamu menyimaknya (minimal) sealbum penuh. Saya ogah bersusah-susah menjelaskan betapa melodius dan keren band asal Seattle ini.

Saya hanya bersedia menjelaskan, kenapa lagu seromantis ini tidak diimbangi dengan video klip bagus secara teknis sinematografi? Komposisi musik dan vokal “No One’s Gonna Loves You” adalah sebuah paket lengkap yang belum tentu semua band bisa meramunya. Ketulusan tersurat pada liriknya tanpa menyembunyikan tebak-tebakan retoris.

"And anything to make you smile, it is a better side of you to admire. But they should never take so long just to be over then back to another one. And no one is ever gonna love you more than I do."

Mereka paham, apa yang sudah dihasilkan tak perlu bumbu-bumbu penyedap lagi. Singkirkan jauh-jauh perempuan seksi, mobil mewah, atau adegan ala sinetron di video klip. Toh tanpa itu semua, karya Ben Bridwell dkk. tetap bisa dinikmati.

Dengan kepala yang dijadikan tempat memecahkan botol, mereka bersikap biasa saja. Tanpa emosi, tanpa ada yang tersinggung, santai seolah tak terjadi apa-apa. Seperti itulah hidup berikut dengan kelebihan dan kekurangannya, terima dan cintailah semua yang ada di sekitar kita.

Footage-footage lo-fi kamera VHS sederhana, membuat cinta yang mereka lagukan terasa lebih universal. Cinta adalah tentang kebersamaan dan saling memiliki di dalam keseharian, di tongkrongan, di atas panggung, di mana saja.

Dan saya dapat menerimanya. Konsep mencintai seperti itulah yang kelak akan saya cukupkan, sebelum dan sesudah lagu ini terdengar sekali lagi, sebagai pertanda bahwa masa lajang ini siap diakhiri.

Tapi karo sopo, nda? (4.5/5)

You Might Also Like

0 comments